Gunung Anak Krakatau Erupsi Setinggi 500 Meter

- Minggu, 19 Maret 2023 | 01:38 WIB
 tangkapan layar detik - detik erupsi anak krakatau   ( https://magma.esdm.go.id/)
tangkapan layar detik - detik erupsi anak krakatau ( https://magma.esdm.go.id/)

OurIndonesia.com - Gunung Anak Krakatau di Lampung, Selat Sunda meletus hingga ketinggian 500 meter pada Sabtu (18/3/2023). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik hingga ketinggian kurang lebih 500 meter.

Petugas Observatorium Anak Krakatau Ade Yasser mengatakan letusan terjadi pada pukul 14:46. WIB. Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus level III atau siaga per 24 April 2022. PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati gunung atau melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Baca Juga: Viral Video Tiktok Nakes Pasien BPJS VS Umum Dihujat Netizen, Ini Kata IDI

“kolom abu sudah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menuju barat daya” ujar Yaser dalam press release PVMBG hari ini.

Data sejarah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat muncul pada 11 Juni 1930 hingga 2000 meletus sebanyak 100 kali. Titik keluar dari ledakan yang dihasilkan biasanya selalu bergerak di sekitar benda berbentuk kerucut. Masa istirahat dari satu hingga delapan tahun. Padahal, letusan berupa abu dan lava cair biasanya terjadi setiap empat tahun sekali. Gunung Anak Krakatau meletus pada 27 Januari 2023 pukul 13.12 WIB.

Kemudian, Gunung Anak Krakatau meletus mengeluarkan abu vulkanik hingga 350 meter di atas puncak (507 meter di atas permukaan laut). Gumpalan abu di timur laut diamati berwarna abu-abu dan intensitas ringan hingga sedang.

Dilansir dalam laman bnpb yang dikutip oleh OurIndonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, erupsi terjadi sekitar pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB. Ketinggian abunya bervariasi antara 800 sampai 1.000 meter di atas puncak dan berwarna abu-abu pekat. Berdasarkan data PVMBG, ketinggian plume tidak tercatat. Namun, letusan tersebut terekam seismograf dengan amplitudo 50 mm dan durasi 40 detik.

Baca Juga: Penemuan Koper Merah di Bogor, Adanya Dugaan LGBT?

Situs resmi ESDM mencatat selama erupsi terjadi 23 kali gempa dengan rincian sebagai berikut.

1. 14 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 24-60 mm dan satu kali gempa dengan durasi 7-18 detik.

2. 4 kali gempa hibrid/multifasa dengan amplitudo 44-64 mm, tidak terdeteksi S-P dan durasi gempa 11-16 detik.

3. 4 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 52-74 mm, S-P 1,6-2,6 detik dan satu kali gempa dengan durasi 10-15 detik.

4. 1 kali gempa tremor dengan amplitudo 1-12 mm, dominan 3 mm.

Sementara itu, cuaca di wilayah tersebut terpantau cerah hingga mendung, dengan cuaca lemah bertiup dari arah barat daya. Suhu udara sekitar 24,3-28,7 derajat. Kelembaban 47-52%.

Halaman:

Editor: Regga Dona

Sumber: BNPB, BNBP Indonesia, magma.esdm.go.id

Artikel Terkait

Terkini

Kisruh Ahmad Dhani dan Once Terkait Lagu Dewa 19

Jumat, 31 Maret 2023 | 14:00 WIB
X